Semangat Generasi Muda
Mengisi Sumpah Pemuda
Perayaan Gebyar Bulan Bahasa yang rutin
dilaksanakan setiap tahun pada bulan Oktober di
Universitas PGRI Semarang telah usai, setelah pada tanggal 27 Oktober 2016
menggelar acara Festival Budaya di Balairung Universitas PGRI Semarang yang
dihadiri oleh Rektor beserta jajarannya dan keluarga besar Fakultas Pendidikan
Bahasa dan Seni.
Dalam
acara tersebut semua mahasiswa maupun dosen serempak mengenakan berbagai macam
pakaian adat khas Nusantara. Acara yang mengusung tema “Bhineka Tunggal Ika”
atau Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu Jua sukses menyatukan berbagai golongan
tanpa membedakan suku, agama, ras. Semua bersatu larut dalam acara yang penuh
dengan suka cita. Dalam acara tersebut juga di gelar lomba tari kreasi yang
diikuti oleh 28 tim dari berbagai kelas dan jurusan dari Progdi yang terdapat
di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.
Tarian
kreasi yang dilombakan juga sangat menarik, banyak sekali tim-tim yang sangat
apik memadupadankan tarian mereka, musik yang serasi, mengenakan kostum yang
pas sesuai tarian, dan bahkan banyak juga tim-tim yang membawa properti tari
yang sangat menakjubkan, tarian yang dibawakan juga sangat bagus ada yang
membawakan tari kreasi modern dan tarian khas daerah Nusantara. Tentunya kreatifitas
yang dipersembahkan oleh tim-tim tari tersebut pantas diacungi jempol.
Setelah
sukses dengan acara Festival Budaya yang berhasil mewujudkan nilai “Bhineka
Tunggal Ika”, puncaknya pada tanggal 28 Oktober 2016 bertepatan dengan
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Teater Gema Universitas PGRI Semarang juga
mengadakan acara guna memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 88. Acara tersebut
berlangsung di halaman parkir Gedung Utama Universitas PGRI Semarang di mulai
dari pagi hari hingga malam hari.
Dalam
acara yang berlangsung pagi hari tersebut para mahasiswa yang datang diberi
selembar kertas kosong yang kemudian digunakan untuk menuliskan harapan-harapan
dalam menyambut acara Sumpah Pemuda yang kemudian di tempel di dinding. Beberapa
mahasiswa juga berorasi menyuarakan semangat Sumpah Pemuda diikuti oleh
beberapa mahasiswa lain yang berperan dibelakang namun dalam keadaan diam. Sayangnya
hanya sedikit mahasiswa yang datang dalam acara tersebut, namun tak mengurangi
semangat para mahasiswa yang hadir, karena buktinya acara tersebut juga cukup
sukses.
Yang
menarik dalam acara ini adalah setiap mahasiswa yang hadir diperbolehkan untuk
ikut serta menyuarakan apa yang ingin di sampaikan perihal peringatan Sumpah
Pemuda, terik matahari pun tak menghalangi para mahasiswa untuk menyerukan
semangat Sumpah Pemuda. Dengan adanya acara yang diadakan oleh Teater Gema
Universitas PGRI Semarang seperti ini sebenarnya adalah cara sederhana bagi
para generasi muda dan mahasiswa khususnyauntuk dapat menyerukan semangat Nasionalisme,
para mahasiswa juga dapat memberikan contoh bagaimana mengisi perayaan Sumpah
Pemuda dengan tindakan positif dan dengan kreatifitas yang dimiliki tanpa perlu
mencoreng nilai luhur dari Sumpah Pemuda itu sendiri dengan tindakan yang anarkis
dan tidak bermanfaat.
Pada
dasarnya perayaan Sumpah Pemuda adalah wadah terlebih khusunya bagi kita para
mahasiswa untuk lebih semangat dalam melakukan berbagai hal yang positif tanpa
harus bertindak gegabah yang nantinya hanya akan menjerumuskan kita pada hal
yang salah yang akan membawa kita pada kehancuran.
Sumpah
Pemuda adalah semangatnya para pemuda untuk terus berkarya dan menjadikan hidup
lebih terarah, lebih positif dan bermanfaat bagi orang di sekitar karena kita
tahu bahwa Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja, melainkan butuh waktu
bertahun-tahun, banyak keringat dan tenaga yang terkuras, atau bahkan nyawa
sekalipun untuk berjuang dan bertekad demi menjadikan bangsa Indonesia bersatu.
Oleh
karena itu kita sebagai kaum muda yang hidup di masa sekarang harusnya merasa beruntung karena kita hanya perlu melanjutkan perjuangan para pemuda terdahulu
tanpa perlu berperang melawan penjajah, tanpa perlu berperang dengan senjata.
Tetapi justru itu kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh santai dan
memanjakan diri, justru kita harus tetap mawas diri karena lawan kita adalah
diri kita sendri dibawah kuasa teknologi dan perkembangan zaman yang terus
berkembang, yang bisa kapan saja dengan mudah memberikan doktrin-doktrin dari
segala arah tanpa kita duga.
Kita
sebagai generasi muda juga harus bisa memfilter setiap hal yang masuk dalam
kehidupan kita, membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik untuk kita,
karena kalo bukan diri kita sendiri siapa lagi?Dengan adanya perayaan Sumpah
Pemuda ini juga diharapkan kita sebagai generasi muda dapat saling
bergotong-royong, bersama-sama saling menjaga keutuhan dan persatuan terlebih di
lingkungan tempat tinggal kita.Kita juga bisa mengisi perayaan Sumpah Pemuda
dengan cara belajar yang sungguh-sungguh karena kewajiban kita sebagai
mahasiswa adalah belajar dan menuntut ilmu. Di mulai dari tindakan kecil
perubahan itu bisa terjadi.Semoga semangat Sumpah Pemuda selalu membara di
dalam diri kita.
-Indah Tri Wulan
3D/PBSI/1541015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar