Sabtu, 24 Desember 2016

Semangat Generasi Muda Mengisi Sumpah Pemuda

Semangat Generasi Muda Mengisi Sumpah Pemuda

Perayaan Gebyar Bulan Bahasa yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Oktober di Universitas PGRI Semarang telah usai, setelah pada tanggal 27 Oktober 2016 menggelar acara Festival Budaya di Balairung Universitas PGRI Semarang yang dihadiri oleh Rektor beserta jajarannya dan keluarga besar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.

Dalam acara tersebut semua mahasiswa maupun dosen serempak mengenakan berbagai macam pakaian adat khas Nusantara. Acara yang mengusung tema “Bhineka Tunggal Ika” atau Berbeda-Beda Tetapi Tetap Satu Jua sukses menyatukan berbagai golongan tanpa membedakan suku, agama, ras. Semua bersatu larut dalam acara yang penuh dengan suka cita. Dalam acara tersebut juga di gelar lomba tari kreasi yang diikuti oleh 28 tim dari berbagai kelas dan jurusan dari Progdi yang terdapat di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.

Tarian kreasi yang dilombakan juga sangat menarik, banyak sekali tim-tim yang sangat apik memadupadankan tarian mereka, musik yang serasi, mengenakan kostum yang pas sesuai tarian, dan bahkan banyak juga tim-tim yang membawa properti tari yang sangat menakjubkan, tarian yang dibawakan juga sangat bagus ada yang membawakan tari kreasi modern dan tarian khas daerah Nusantara. Tentunya kreatifitas yang dipersembahkan oleh tim-tim tari tersebut pantas diacungi jempol.

Setelah sukses dengan acara Festival Budaya yang berhasil mewujudkan nilai “Bhineka Tunggal Ika”, puncaknya pada tanggal 28 Oktober 2016 bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Teater Gema Universitas PGRI Semarang juga mengadakan acara guna memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 88. Acara tersebut berlangsung di halaman parkir Gedung Utama Universitas PGRI Semarang di mulai dari pagi hari hingga malam hari.

Dalam acara yang berlangsung pagi hari tersebut para mahasiswa yang datang diberi selembar kertas kosong yang kemudian digunakan untuk menuliskan harapan-harapan dalam menyambut acara Sumpah Pemuda yang kemudian di tempel di dinding. Beberapa mahasiswa juga berorasi menyuarakan semangat Sumpah Pemuda diikuti oleh beberapa mahasiswa lain yang berperan dibelakang namun dalam keadaan diam. Sayangnya hanya sedikit mahasiswa yang datang dalam acara tersebut, namun tak mengurangi semangat para mahasiswa yang hadir, karena buktinya acara tersebut juga cukup sukses.

Yang menarik dalam acara ini adalah setiap mahasiswa yang hadir diperbolehkan untuk ikut serta menyuarakan apa yang ingin di sampaikan perihal peringatan Sumpah Pemuda, terik matahari pun tak menghalangi para mahasiswa untuk menyerukan semangat Sumpah Pemuda. Dengan adanya acara yang diadakan oleh Teater Gema Universitas PGRI Semarang seperti ini sebenarnya adalah cara sederhana bagi para generasi muda dan mahasiswa khususnyauntuk dapat menyerukan semangat Nasionalisme, para mahasiswa juga dapat memberikan contoh bagaimana mengisi perayaan Sumpah Pemuda dengan tindakan positif dan dengan kreatifitas yang dimiliki tanpa perlu mencoreng nilai luhur dari Sumpah Pemuda itu sendiri dengan tindakan yang anarkis dan tidak bermanfaat.

Pada dasarnya perayaan Sumpah Pemuda adalah wadah terlebih khusunya bagi kita para mahasiswa untuk lebih semangat dalam melakukan berbagai hal yang positif tanpa harus bertindak gegabah yang nantinya hanya akan menjerumuskan kita pada hal yang salah yang akan membawa kita pada kehancuran.
Sumpah Pemuda adalah semangatnya para pemuda untuk terus berkarya dan menjadikan hidup lebih terarah, lebih positif dan bermanfaat bagi orang di sekitar karena kita tahu bahwa Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja, melainkan butuh waktu bertahun-tahun, banyak keringat dan tenaga yang terkuras, atau bahkan nyawa sekalipun untuk berjuang dan bertekad demi menjadikan bangsa Indonesia bersatu.

Oleh karena itu kita sebagai kaum muda yang hidup di masa sekarang harusnya merasa beruntung karena kita hanya perlu melanjutkan perjuangan para pemuda terdahulu tanpa perlu berperang melawan penjajah, tanpa perlu berperang dengan senjata. Tetapi justru itu kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh santai dan memanjakan diri, justru kita harus tetap mawas diri karena lawan kita adalah diri kita sendri dibawah kuasa teknologi dan perkembangan zaman yang terus berkembang, yang bisa kapan saja dengan mudah memberikan doktrin-doktrin dari segala arah tanpa kita duga.

Kita sebagai generasi muda juga harus bisa memfilter setiap hal yang masuk dalam kehidupan kita, membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik untuk kita, karena kalo bukan diri kita sendiri siapa lagi?Dengan adanya perayaan Sumpah Pemuda ini juga diharapkan kita sebagai generasi muda dapat saling bergotong-royong, bersama-sama saling menjaga keutuhan dan persatuan terlebih di lingkungan tempat tinggal kita.Kita juga bisa mengisi perayaan Sumpah Pemuda dengan cara belajar yang sungguh-sungguh karena kewajiban kita sebagai mahasiswa adalah belajar dan menuntut ilmu. Di mulai dari tindakan kecil perubahan itu bisa terjadi.Semoga semangat Sumpah Pemuda selalu membara di dalam diri kita.

-Indah Tri Wulan 3D/PBSI/1541015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar