Mawas
Diri Menakar Berani
Karya
: Ki Dalang Jlitheng Suparman

Kita perlu mawas diri karena kita
sebagai bangsa yang paling depan,bangsa unggul,bangsa kaya dengan beraneka
ragam kekayaan budaya dan sumber daya manusia tapi kita berada paling belakang
di antara bangsa-bangsa lain,bangsa kita selalu menjadi bangsa follower,untuk
itu kita perlu mawas diri agar bangsa kita bukan hanya menjadi bangsa follower
tapi bangsa kita uga dapat menjadi bangsa transcenter. ( Ki Dalang Jlitheng
Suparman )

Disalah satu
desa yang bernama desa Bangunjiwo ada pemilihan kepala desa,ada tiga kandidat
yang mencalonkan diri sebagai bakal calon kepala desa Bangunjiwo.Mbah sidik memimpin perhitungan suara pemilihan kepala desa,mendadak
papan tulis untuk mencatat perhitungan suara hilang,Parjo selaku kepala
keamanan ditanya masalah papan tulis itu dan dia tidak tau,lalu kemudian Sodrun
yang kemudian salah presepsi merasa dituding sebagai biang hilangnya papan
tulis,ternyata papan tulis itu disimpan oleh salah satu kepala rumah tangga
kelurahan.
Parjo memberikan hasil perhitungan suara yang sudah dilakukan ketika
mbah Sidik sibuk dengan urusan papan tulis,kemudian mbah Sidik membacakan hasil
perhitungan dan memenangkan pak Somad dan berafiliasi dengan salah satu
kontestan,mbah Sidik juga diam-diam meminta bonus atas keberhasilan pak Somad sebagai
kepala desa,mbah Sidik juga siap dengan resiko jika ada salah
satu warga yang tau akan di labrak oleh mbah Sidik.
Pada suatu hari
kampret dan karyo tengah berbincang-bincang membahas
tentang sukses pilkades dengan pemenang pak Somad,gegap
gempita pilkades tidak akan merubah apa-apa di desa Bangunjiwo.Ketika
tengah asyik berbincang-bincang,keduanya mendapati bahwa rumah pak Somad tengah
mengadakan pesta tasyakuran atas keberhasilannya menjadi kepala desa Bangunjiwo.Banyak
penyanyi lokal dan luar negeri yang turut serta memeriahkan acara tersebut.
Pada saat acara
tengah berlangsung kemudian Jhony menghentikan
acara tasyakuran dirumah pak Somad itu,Jhony mengatakan
bahwa pak Somad harus segera dilengserkan karena pak Somad telah berbuat curang
yaitu dengan menggunakan cara politik uang dan tidak jujur,kemudian
Jhony meminta agar pak Somad dilengserkan dan
dilakukan pemilihan ulang.Para warga yang geram akhirnya melakukan demo dan tawuran besar besaran menuntut
dilengserkannya pak Somad sebagai kepala desa.Namun
yanga ada
pak Somad,mbah Modin,pak gendut polisi dan parjo hanya
berkilah ini itu tentang kejadian tersebut dan tidak
melalukan tindakan apapun kecuali hanya memandang dari kejauhan.

Kita harus bisa
membenahi diri,introspeksi diri agar kita dapat menjadi bangsa yang unggul
mencapai jati diri,yang dapat kembali ke jalan yang benar dan terstruktur utuh
agar kecurangan-kecurangan dalam diri kita dapat dihilangkan.
- Indah Tri Wulan, Mahasiswa Universitas PGRI Semarang
- Indah Tri Wulan, Mahasiswa Universitas PGRI Semarang